Yoice_shele

Yoice_shele

Rabu, 21 Desember 2011

fixer comme avant

fixer commer avant-- memperbaiki seperti semula
ok ok... sedikit membingungkan  mungkin, kata2 diatas,,, sedikit nanya duluu,, apanya yang mau diperbaiki,,?memang ada yang rusak..? ya udaa sabar dluu,,,  baca aja blok (blog) ini teruss,, sampai selesai ntar ngerti juga kok...
neh...cekidot :
jika awalnya hati kita seperti kertas putih yang polos dan bersih, menjadi awal kita lahir di dunia ini,,, kita itu masih sangat2 polos dan bebas dari segala bentuk polusi yang beredar di dunia ini,, mungkin itu polusi udara, polusi air..deesbe...(dan sebagainya)



berbagai hal bisa terjadi, dari semua yang kita lewati..jalani..atau bahkan yang kita lihat... baik lihat kiri atau lihat kanan..muter ke depan dan belakang..(mang nari..?? ) meninggalkan jejak dihati kita,,, dan kertas putih itu pun, kini tlah berwarna,, memiliki gambar yang menghiasinya,,dan lebih berwarna dari sebelumnya.. semuanya menjadi proses belajar yang kita petik dari kehidupan kita sehari hari



namun hidup terkadang tidak semulus yang kita pikirkan,,, terkadang ada hal yang semula indah, dan menjadi gambar yang menghiasi hati itu,, namun  kini hati itu terluka,, ada kerikil  yang membuatnya tidak seutuh dahulu,, kini hati yang diibaratkan kertas yang telah berwarna tadi, pecah berkeping keeping.. terasa sangat rapuh..sedikit angin yang mendekati nya, potongan2 kertas itu akan terbang dan  berserakan…hanya tertinggal, hanya bisa bersedih dalam keadaan sekarang ini..terasa sangat rapuhhh..



hidup harus memiliki semangat.. semangat yang tidak pernah habis… potongan kertas tadi harus mampu disatukan kembali..mungkin dengan menguatkan hati,,walau terasa sangat sulit untuk bangkit.. dan menemukan hati yang utuh seperti semula.. namun harus ada usaha,, potongan kertas tadi, harus disatukan kembali, sehingga bisa kembali menjadi hati yang utuhh,,, walaupun tidak seutuh kemarin. Karena kerikil yang telah merobeknya, namun ada usaha untuk bisa bangkit kembali. 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar